Industri Singkong

BIOETANOL SINGKONG

Energi merupakan salah satu hal yang paling penting di dunia. Banyak negara berperang untuk mendapatkan atau mempertahankan sumber-sumber energi tersebut. Selama ini 90% kebutuhan energi dunia dipasok dari bahan bakar fosil. Apabila ekploitasi ini terus berjalan dengan angka yang semakin naik, diperkirakan sumber energi ini akan habis dalam setengah abad mendatang. Seiring berjalan waktu tekhnologi mulai menciptakan salah satu alternatif penganti bahan bakar fosil dengan bioenergy seperti bioethanol.

Bioetanol adalah bahan bakar nabati yang tidak akan pernah habis selama matahari memancarkan sinarnya, air tersedia, oksigen berlimpah, dan melakukan budidaya. Sumber Bioetanol yang cukup potensial dikembangkan di Indonesia adalah Singkong(Manihot Esculenta). Indonesia adalah negara penghasil singkong terbesar ke 4 di dunia. Hasilpanensingkong yaitu 10-50 Ton/Ha/Tahun dan dapat menghasilkan Etanol sebanyak 2.000-7.000 liter/Ha/Tahun. Dari hasil statistik ini membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi salah satu produsen bioethanol terbesar di dunia.

Bioetanol adalah Etanol yang diproduksi dengan cara fermentasi menggunakan bahan baku nabati. Etanol itu memiliki arti sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alcohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan masing2. Bioetanol singkong sebagai sumber bahan bakar terbaharukan dan solusi untuk meningkatkan penghasilan petani singkong.

PEMBUATAN BIOETANOL

  1. Persiapan bahan baku, Bahan baku untuk produksi bioethanol bias didapatkan dari berbagai tanaman, Contohnya Singkong.
  2. Liquifikasidan Sakarifikasi Kandungan karbohidrat berupa tepung atau pati pada bahan baku singkong dikonversi menjadi gula complex menggunakan enzimalfa amylase melalui proses pemasakan pada suhu 90 derajat celcius.
  3. Fermentasi Pada Tahap ini, tepung telah menjadi gula sederhana dengan kadar gula 5-12%. Tahap selanjutnya adalah mencampurkan ragi dan mendiamkannya dalam wadah tertutup dalam waktu 5-7 hari.
  4. Destilasi Bisa disebut dengan penyulingan, dilakukan untuk memisahkan alcohol dlm cairan beer hasil fermentasi
  5. Dehidrasi Hasil penyulingan berupa etanol berkadar 95% belum dapat larut dalam bahan bakar bensin. Untuk substitusi BBM diperlukan etanol berkadar 99,6-99,8% atau disebut etanol kering.



Last Update : Aug, 21 2017, 07:33 am

Petani bulan ini

Ibu Tarsiah 42 Tahun, Sukabumi

Menjadi petani singkong  memang sudah  turun temurun dari orang tua Ibu Tarsiah

Namun hal tersebut  tidak mengurangi  rasa cinta dan rasa bangga ibu tarsiah menjadi petani singkong.

Hal tersebut pun ia tanamkan ke anak beliau, Suri  16 Tahun yang saat ini tengah duduk di bangku SMA.

Tanpa kenal  lelah dan malu suri ikut membantu ibunya di kebun setiap pulang sekolah dan hari libur.