Penemuan Kulit Singkong Menjadi Badan Pesawat

Singkong selain sebagai salah satu makanan pokok Indonesia, juga merupakan tanaman yang banyak manfaatnya. Selain daunnya, ternyata kulit singkong juga dapat diolah menjadi temuan yang berguna. Di ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) di Georgia bulan April lalu, Dua siswa SMA PGRI 2 Kayen, Pati, Suprihatin dan Raafi Jaya Sutrisna berhasil membuat para ahli fisika dunia tercengang dengan temuan mereka. Siapa sangka dua siswa ini dapat mengolah kulit singkong sebagai bahan baku membuat badan pesawat, kapal, dan otomotif lainnya.

Dalam kompetisi IYIPO tersebut, Suprihatin dan Raafi meneliti di bidang fisika material. Keduanya mengambil penelitian tentang karbon aktif singkong dan serat batang pisang sebagai material alternatif untuk industri otomotif, kapal, dan pesawat terbang. Hasil penelitian itu dinamakan komposit atau fiber. Adapun ide pemanfaatan kulit sigkong ini berasal dari banyaknya limbah kulit singkong yang dihasilkan dari industri tapioka, yakni mencapai 10 ton dalam satu bulan.

Kulit singkong tersebut dibuat menjadi fiber yang diklaim tahan korosi, kuat, ringan, ekonomis, dan tahan api. Hal ini pun membuat para juri IYIPO kagum dan berharap Indonesia dapat menggunakan temuan ini untuk membuat barang-barang otomotif.

“Setelah melakukan penilaian, juri berharap agar karya kami dipakai di negara kami. Sebab, ketersediaan kulit singkong dan serat batang pisang sangat melimpah di Indonesia,” jelas Suprihatin.

Dengan temuannya tersebut Suprihatin dan Raafi telah mengalahkan peneliti-peneliti muda lainnya dari 35 negara dalam ajang tersebut dengan lebih dari 100 proyek ilmiah. Sebelumnya, kedua siswa ini harus berkompetisi dengan seribu proyek ilmiah dalam ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO).




Last Update : Jun, 25 2017, 12:15 pm

Petani bulan ini

Ibu Tarsiah 42 Tahun, Sukabumi

Menjadi petani singkong  memang sudah  turun temurun dari orang tua Ibu Tarsiah

Namun hal tersebut  tidak mengurangi  rasa cinta dan rasa bangga ibu tarsiah menjadi petani singkong.

Hal tersebut pun ia tanamkan ke anak beliau, Suri  16 Tahun yang saat ini tengah duduk di bangku SMA.

Tanpa kenal  lelah dan malu suri ikut membantu ibunya di kebun setiap pulang sekolah dan hari libur.