Kreasi Batang Singkong

Selain umbinya yang memiliki banyak manfaat bagi manusia, batang singkong juga memiliki manfaat loh. Seperti diketahui, singkong merupakan salah satu bahan makanan pokok di sebagian besar daerah di Indonesia.

Karena melimpahnya hasil singkong, berbagai kreasi makanan berbahan singkong pun ada di hampir setiap provinsi di Indonesia. Namun melimpahnya jenis olahan singkong tidak berbanding lurus dengan pemberdayaan limbah sisa hasil panen singkong, seperti batang pohonnya yang sudah tidak digunakan lagi.

Namun batang singkong bisa menjadi kreasi yang indah di tangan seorang pengrajin asal Lampung bernama, Sugiyanto. Kerajinan batang singkong yang di hasilkan oleh Sugiyanto salah satunya berupa hiasan lampu atau berbagai produk kerajinan dengan nilai seni lainnya. Hal yang cukup mengjeutkan, mengingat profil batang singkong yang notabene bukanlah merupakan kayu keras, dan lagi bagian tengah batangnya memiliki lapisan serupa gabus.

Ide kreatifnya ini di barengi dengan niat itu memang luar biasa, karena pembuatan kerajinan tersebut hanyalah menggunakan alat alat yang sangat sederhana seperti golok, gergaji kecil, dan alat sederhana lainya.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit lampu hias biasanya adalah satu minggu. Proses pengerjaan dimulai dari mengelupas batang singkong satu demi satu dengan rapi. Pada proses selanjutnya, satu persatu batang singkong dipotong berukuran 3-4 cm, lalu dia lubangi pada diameternya itu. “Setelah itu batang singkong direndam dengan menggunkan obat pengeras supaya tak rapuh, setelah selesai dijemur hingga kering,” katanya.

Selanjutnya, dirakitlah satu persatu batang singkong yang sudah dijemur tersebut. “Prosesnya pembuatan lampu hias sampai satu minggu, itu pun kalau tidak mati lampu. Ya hanya pakai alat seadanya,” ujar Gianto.

Harga kerajinan batang singkong berbentuk lampu hias karyanya ini tidak mahal. “Saya jual Rp80 ribu, hanya untuk menganti bahan saja, mas. Tapi kalau sudah banyak, ya saya jual tergantung ukuran dan jenis kesulitanya,” ujar Sugiyanto. Harga yang tidak mahal untuk kerajinan dengan ide orisinal dan menggunakan bahan yang tidak biasa. Semoga kerajinan batang singkong ini terus tumbuh berkembang dan bisa menyapa anda dengan mudah melalui berbagai kanal di seluruh Indonesia.

 




Last Update : Nov, 19 2017, 13:43 pm

Petani bulan ini

Ibu Tarsiah 42 Tahun, Sukabumi

Menjadi petani singkong  memang sudah  turun temurun dari orang tua Ibu Tarsiah

Namun hal tersebut  tidak mengurangi  rasa cinta dan rasa bangga ibu tarsiah menjadi petani singkong.

Hal tersebut pun ia tanamkan ke anak beliau, Suri  16 Tahun yang saat ini tengah duduk di bangku SMA.

Tanpa kenal  lelah dan malu suri ikut membantu ibunya di kebun setiap pulang sekolah dan hari libur.